Pentingnya berkurban bagi yang mampu
Khutbah Jumat
B
bambang setyabudi
1 Mei 2026
6 menit baca
0 views
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, was shalatu wassalamu ‘ala sayyidil anbiya’i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa s...
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, was shalatu wassalamu ‘ala sayyidil anbiya’i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in. Asyhadu al-la ilaha illallah wahdahu la syarikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh.
أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Pada hari yang mulia ini, di hadapan kiblat kita yang penuh berkah, izinkanlah saya menyampaikan wasiat terpenting: marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta'ala. Takwa adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Ia adalah perisai dari murka Allah, dan bekal terindah untuk menghadap-Nya kelak. Allah Ta'ala berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenarnya, dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. Ali Imran: 102)
Saudaraku seiman, hari ini khutbah kita akan tergerak oleh panggilan jiwa yang suci, panggilan yang mengingatkan kita akan sebuah penghormatan agung, sebuah ibadah yang menyentuh inti keikhlasan dan ketinggian derajat kita di hadapan Sang Maha Pencipta. Kita akan merenungkan arti berkurban, bukan sekadar tradisi, bukan pula sekadar daging yang disembelih, melainkan sebuah pendakian ruhani bagi mereka yang dianugerahi rezeki oleh Allah. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan hewan kurban, supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan-Nya kepada mereka. Maka Tuhan kamu ialah Tuhan Yang Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (hai Muhammad) berita gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." (QS. Al-Hajj: 34)
Lihatlah, ayat ini begitu jelas! Kurban adalah syariat yang telah ada sejak lama, disyariatkan untuk menyebut nama Allah, sebagai bentuk syukur atas rezeki yang telah diberikan. Ketika kita berkurban, kita bukan hanya menyembelih hewan, tetapi kita sedang "menyembelih" ego kita, keserakahan kita, dan kecintaan kita yang berlebihan pada dunia. Kita sedang mencontoh kisah agung pengorbanan Nabi Ibrahim Alaihissalam dan putranya, Nabi Ismail Alaihissalam, sebuah pengorbanan yang menjadi saksi bisu tentang tingginya ketundukan seorang hamba kepada perintah Rabbnya.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Taukah kita, apa makna di balik setiap tetes darah yang mengalir dari hewan kurban kita? Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Tidaklah seorang manusia melakukan suatu pekerjaan pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (menyembelih hewan kurban). Sesungguhnya pada hari kiamat, hewan itu akan datang bersama tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kakinya yang utuh. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah sampai di hadapan Allah di satu tempat sebelum jatuh ke tanah. Maka bachalah hai 'Aisyah, 'sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang takut kepada Allah.'" (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Subhanallah! Begitu agungnya pahala orang yang berkurban. Darah kurban itu telah sampai di sisi Allah, bahkan sebelum jatuh ke tanah. Ini menunjukkan betapa dicintainya ibadah kurban ini di hadapan-Nya. Bayangkan, hewan yang kita korbankan akan datang kembali di hari kiamat, dalam keadaan utuh, untuk menjadi saksi kejujuran pengorbanan kita, dan bahkan konon akan menjadi tunggangan kita melintasi Shirathal Mustaqim kelak. Ah, betapa hati ini rindu untuk meraih kemuliaan itu!
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Namun, perlu kita ingat, ibadah kurban ini ditujukan bagi yang *mampu*. Keadaan mampu dalam berkurban bukanlah sekadar memiliki harta yang lebih. Ia adalah ketika kita bisa mengalokasikan sebagian harta yang Allah titipkan, setelah kebutuhan pokok kita, keluarga kita terpenuhi, dan setelah kita menyisihkan untuk kebutuhan masa depan yang lebih baik, namun *masih* menyisakan lebih untuk ibadah kurban. Ini bukan tentang membebani diri, melainkan tentang memuliakan diri dengan kepatuhan.
Bagaimana dengan mereka yang belum mampu? Janganlah berputus asa! Bertaubatlah, terus berusaha, dan doakanlah saudara-saudara kita yang sedang menunaikan ibadah kurban agar Allah menerima amalan mereka. Dan ketahuilah, pintu kebaikan ada banyak sekali. Memberi makan fakir miskin, menolong orang yang membutuhkan, menjaga lisan dari perkataan buruk, adalah kurban-kurban hati yang tak kalah mulia di hadapan Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Tidak ada amal anak Adam yang lebih dicintai Allah pada hari raya kurban selain menumpahkan darah (berkurban). Ia datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, dan bulunya. Dan sesungguhnya darah itu akan sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah, maka perikyakanlah dirimu dengannya." (HR. At-Tirmidzi)
Dahulu, para sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Wahai Rasulullah, apakah ini? Kami menumpahkan darah, lantas apakah yang kami dapatkan?" Beliau menjawab, seperti yang telah kita dengar, bahwa pahalanya luar biasa di sisi Allah. Ini adalah panggilan untuk kita, kaum muslimin yang Allah lapangkan rezekinya. Jangan sampai kita tergolong orang yang memiliki kelapangan, namun enggan untuk mengorbankan sebagian hartanya demi meraih ridha-Nya.
Apakah kita tidak malu kepada Allah, ketika kita mampu membeli gadget terbaru, mampu menghabiskan harta untuk hiburan duniawi yang fana, namun enggan bersedekah sedikit untuk membeli seekor kambing, atau patungan sapi, demi kurban? Betapa banyak orang di luar sana yang kelaparan, yang membutuhkan uluran tangan kita. Dengan berkurban, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menyebarkan kasih sayang-Nya kepada sesama hamba-Nya.
Pikirkanlah, Saudaraku. Daging kurban itu akan terbagi. Sebagian untuk kita makan, sebagian untuk kerabat dan tetangga, dan sebagian lagi untuk fakir miskin. Bukankah ini ladang amal jariyah yang tak terputus? Bukankah ini cara Allah membersihkan hati kita dari kekikiran dan sifat egois? Sungguh, Allah Maha Kaya, tidak membutuhkan kurban kita, namun Dia Maha Pengasih, ingin melihat hamba-Nya saling berbagi, menunjukkan cinta-Nya dalam bentuk kepedulian terhadap sesama.
Janganlah kita menunda-nunda. Janganlah kita mencari-cari alasan. Ingatlah, kematian itu datang tanpa permisi. Betapa banyak orang yang menyesal di akhir hayatnya, karena tidak memanfaatkan waktu dan kesempatan yang diberikan Allah untuk beramal. Dosa-dosa kita begitu banyak, namun ampunan Allah begitu luas. Salah satu caranya adalah dengan mendekatkan diri melalui ibadah-ibadah yang dicintai-Nya, termasuk kurban ini.
Allah Ta'ala berfirman dalam surat Al-Kautsar:
"Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah." (QS. Al-Kautsar: 2)
Perintah ini begitu singkat, namun maknanya begitu dalam. "Sholli lirobbika wanhar" - Shalatlah karena Tuhanmu, dan berkurbanlah! Itu menunjukkan betapa pentingnya ibadah kurban ini, disandingkan dengan ibadah salat yang merupakan tiang agama.
Marilah kita bermuhasabah diri, wahai saudaraku. Apakah kita telah termasuk orang-orang yang mampu namun enggan berkurban? Jika ya, sesungguhnya kita telah menyia-nyiakan sebuah kesempatan emas untuk meraih cinta dan ridha Allah. Mari kita ubah itu mulai sekarang. Mari kita mulai menabung, merencanakan, dan yang terpenting, berdoalah kepada Allah agar dimudahkan untuk menunaikan ibadah kurban.
Sungguh, penyesalan di hari kiamat kelak akan sangat pedih. Ketika orang lain bersenang-senang di bawah naungan pahala kurban mereka, kita hanya bisa meratap. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan belanjakanlah hartamu di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Baqarah: 195)
Mari kita hadirkan rasa takut kita kepada Allah, dengan tidak menyia-nyiakan karunia-Nya. Mari kita hadirkan harapan kita kepada Allah, agar diterima setiap amalan yang kita persembahkan. Mari kita hadirkan cinta kita kepada Allah, dengan senantiasa mengutamakan perintah-Nya di atas segala kepentingan duniawi.
Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang mencintai-Mu, yang taat pada perintah-Mu, dan yang senantiasa merindukan pertemuan dengan-Mu. Anugerahkanlah kepada kami kemudahan untuk menunaikan ibadah kurban, dan terimalah semua amal ibadah kami.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.